Posts

Biological Dad

You ask for a change in me You ask for me to tell what’s wrong But you know what, Dad? What’s wrong is you When I willing to tell you When I have a chance to tell you You never been by my side You ask me to come to your house You let yourself come to my house But you are not all out with me You only there for some hours You only there for some time And that’s never enough With all hopes and dreams and feels that you shatter back then Those hours are meaningless Those times are nothing You hurt me in a way I don’t even know You collapse my heart as if I don’t have one I don’t know why do you do that, Dad But you really hurt me To change everything, It’s too late, now. Here's the truth: I cry over and over again on 'Where'd You Go', and I still do Many night I spent as a child thinking when will you come home I didn't know which state I was in: sad or normal, when thinking of you There's a lot of thin...

New Live

Jadi.... saya sekarang anak SMK. Yeah, SMK--Vocational High. Bukan SMA, bukan SMU, bukan pula MAN. Namun SMK. Sekolah Menengah Kejuruan.  Saya sendiri kaget dengan kekeras kepalaan saya untuk masuk sekolah ini, dan kaget bahwa Ayah kandung saya yang jarang menolak keinginan saya melarang saya masuk SMK. Lebih kaget lagi saya ketika tahu Ayah tiri saya mendukung secara hardcore agar saya masuk SMK. Tapi setelah banyak hal: pertentangan, dukungan, pertanyaan dan pengambilan keputusan, saya masuk SMK Telkom Sandhykara Putra, yang tentu saja, ada di Purwokerto. Dan, masuk sekolah ini, berarti berpisah dengan dua manusia absurd bernama Jidot dan Tatong, a k a  Zida , dan  Tata . Selain itu, saya harus mengambil rute lebih jauh daripada yang selalu saya lakukan untuk pergi ke SMP--sehingga, saya  malas tidak bisa naik sepeda lagi. Terlebih lagi, saya akan hidup dengan 341 siswa/i yang, banyak diantaranya, tidak berdomisili di Purwokerto. Atau bahkan bukan ...

I've been into the deepest hell of loneliness. So shut the fuck up 'bout those 'can't move on' things.

Seriously.    Shut       The          Fuck             Up.

Easily Frightened

Tulisan ini saya buat hanya untuk kejahilan saya dalam menanggapi  tulisan manusia yang paling beruntung di bumi . Halo Nona Haloningtyas~ Sebagai pecinta  bullshit,  saya ingin berbasa-basi dengan anda sebentar. Bagaimana kehidupan nokturnal anda? Masihkah berjalan dengan baik? Saya berharap makin dan lebih baik saja, agar saya sebagai urang-kalong dapat memiliki teman seperjuangan karena tidak mampu tidur. Begini loh, Nona, dalam tulisan ini, saya hanya ingin menyampaikan: KALO KAMU PENAKUT GUE APAAN DODOL!? Inget pas kita nonton Rumah Kentang? Saya pengen nanya, kamu berapa kali udah nonton film begituan?? Gue nyampe dua kali aja belom, woi! Selain itu, kamu berapa kali teriak-teriak? Gue bahkan jari tangan gak cukup buat ngitung! ARR!! Selain itu, Cirque du Freak itu semenakutkan apaan sih? Segila apa bisa membuat anda tergila-gila? Sehebat apa sampai banyak yang mencintainya? Yah, begini saja tulisan saya. Mungkin tidak berguna, mungkin berguna. Sing...

Miss Double Face

Soo... a post for December. Yeah, for ehm, 4 months I haven't post anything about anybody. BUT NOW. It was a glimpse of cheerful sunny day, I knew it from the time I wake up. Sun shone brightly, heaven's gate opened widely and every cloud is smiled. And I felt like, alright, time to school. No shit, Plaw, no shit. And so I went there with overjoyed smile all over my face. There, everything went nice-and-smooth. I did the morning ceremony, helped my class, and etc, etc. But as the grey cloud went down, sneaking before happy-white-cloud, killing the cheerful sun and bring up their mischief wind, something happened. One of Immer-Class on my school crashed-loose on a football game. Not my class actually, but I felt so bad 'bout that. I encourage my friends, Zellda and her teammate from that class, and tell them that they still had a chance to win on basketball. Why? 'Coz Zellda wasn't wrong at all and she's my close-friend. After that we dismissed to our urgen...