Posts

Filler 1: Kuliah

Aku udah jadi mahasiswa! Seneng? B aja sih, udah semester 3 juga sekarang. Sedih? Mungkin kecewa karena ngerasa gak berarti dengan gak bisa masuk univ yang diinginkan. Tapi yang pasti: C A P E K. Tbh, being a univ student isn't that tiring. Being a student AND an organizer, on the other hand. Well, let's say my organizational experience just got upped 100% with me being an univ student, lol. Aku pas jaman SMK sebetulnya gatau mau milih jurusan apa, lah ya aku udah SMK. Mau masuk ke jurusan terkait perangkat lunak ya males, masuk ke jurusan lain ga ada bayangan dan pengetahuan sebelumnya (Lebih tepatnya, pas PKL kok ya ngiler sama filsafat... jadi baca-baca buku filsafat. Eh nyampe sekarang kalo baca yang aneh dikit jadi mudeng ,   alhamdulillah aja deh). Selanjutnya, pas kelas tiga SMK itu mama minta aku masuk HI, hubungan internasional. Mama memperkirakan aku bakal suka. Kita berdua udah nembak jurusan HI univ gede di kota gede yang satu itu, dan SNM-SBM aku nyoba masuk ...

Masih Idup

HALO! Jadi. Yaaa. Gitu. Aku masih idup, alhamdulillah, dan aku mulai aktif lagi di Blogger karena wajib ngumpulin tugas pake blogger  gatel nulis lagi. Yang pasti sih kedepannya aku mau nulis soal kuliah, depresi, dan keluarga baru di univ. Ga lupa, mengenai Reinhardt dan aromantisme. Cheers!

Forlorn

I am the goddess of pains I run altogether with weeping souls I stand before excruciated hearts As you know I am the goddess of pains I, and the void men We will always living in nowhere We will always drag out our tears We will always fighting a losing battle We will always feel alone I, and the army of agony We will always laugh on dreary fun For we will better be the non-existance As we will, one day, become absolute No, sorry, darling My body is seared And your help always downcast me And my heart is eaten by dark And we both know That we can do nothing about it Afterall I am the goddess of pains And I am the only one who should lead every wretched men

Biological Dad

You ask for a change in me You ask for me to tell what’s wrong But you know what, Dad? What’s wrong is you When I willing to tell you When I have a chance to tell you You never been by my side You ask me to come to your house You let yourself come to my house But you are not all out with me You only there for some hours You only there for some time And that’s never enough With all hopes and dreams and feels that you shatter back then Those hours are meaningless Those times are nothing You hurt me in a way I don’t even know You collapse my heart as if I don’t have one I don’t know why do you do that, Dad But you really hurt me To change everything, It’s too late, now. Here's the truth: I cry over and over again on 'Where'd You Go', and I still do Many night I spent as a child thinking when will you come home I didn't know which state I was in: sad or normal, when thinking of you There's a lot of thin...

New Live

Jadi.... saya sekarang anak SMK. Yeah, SMK--Vocational High. Bukan SMA, bukan SMU, bukan pula MAN. Namun SMK. Sekolah Menengah Kejuruan.  Saya sendiri kaget dengan kekeras kepalaan saya untuk masuk sekolah ini, dan kaget bahwa Ayah kandung saya yang jarang menolak keinginan saya melarang saya masuk SMK. Lebih kaget lagi saya ketika tahu Ayah tiri saya mendukung secara hardcore agar saya masuk SMK. Tapi setelah banyak hal: pertentangan, dukungan, pertanyaan dan pengambilan keputusan, saya masuk SMK Telkom Sandhykara Putra, yang tentu saja, ada di Purwokerto. Dan, masuk sekolah ini, berarti berpisah dengan dua manusia absurd bernama Jidot dan Tatong, a k a  Zida , dan  Tata . Selain itu, saya harus mengambil rute lebih jauh daripada yang selalu saya lakukan untuk pergi ke SMP--sehingga, saya  malas tidak bisa naik sepeda lagi. Terlebih lagi, saya akan hidup dengan 341 siswa/i yang, banyak diantaranya, tidak berdomisili di Purwokerto. Atau bahkan bukan ...